Mari Belajar Bahasa Sabah


Apabila kita mendengar seseorang berbicara menggunakan Bahasa Sabah, pasti akan terdengar seperti berbicara menggunakan Bahasa Indonesia.

Sebenarnya, Bahasa Sabah tiada kaitan dengan Bahasa Indonesia. Namun begitu, dialek percakapan dan perkataan banyak dipengaruhi oleh Bahasa Indonesia.

Selain itu, dialek percakapan dan perkataan sehari-hari yang digunakan oleh warga Sabah turut dipengaruhi oleh bahasa suku kaum yang terdapat di Sabah. Seperti Kadazan, Dusun, Tagalog, Bugis, Bajau, Suluk, Tausug, Murut dan banyak lagi.

Cara percakapan, dialek dan perkataan di Sabah juga berbeza mengikut kawasan-kawasan yang ada di Sabah. Di Papar, Beaufort, Kuala Penyu, Sipitang dipengaruhi oleh Bahasa Brunei, manakala yang di pantai timur seperti Sandakan, Tawau, Semporna, Lahad Datu dipengaruhi oleh bahasa Bugis, Sulu, Tausug dan Tagalog.

Berikut ini merupakan antara perkataan yang digunakan oleh warga Sabah dalam kehidupan seharian mereka.

KANDUNGAN:
(Tekan tajuk untuk terus membaca artikel)
1. Jenis-jenis perkataan mengikut urutan huruf
2. Maksud perkataan 'anu' di Sabah
3. Maksud perkataan 'palek' di Sabah

JENIS-JENIS PERKATAAN MENGIKUT URUTAN HURUF

HURUF A
Aisbuk - Peti Sejuk
Akun - Berserah, Menyerah
Ampai - Letak
Ampai-Ampai - pengsan, hilang kesedaran
Ampus - Lelah, asma
Amput - Bersetubuh/berzina
Antam - Pukul

HURUF B
Babat - Gemuk
Bagong - Besar
Bahai - Beg plastik
Bantut, Pundan - Pondan/mak nyah/bapokbangas - basi
Bebeng - Air liur basi
Berusil/Burusil (jarang digunakan) - Berlari
Beskom - Tong simpan air
bertagar - berkarat
Bida - Buruk
Bikin - Buat
Bilang - Cakap, Berkata
Biut - Senget, Sesuatu yang tidak lurus
Bondeng - Gemuk (chubby)
Bosku- Kata ganti nama
Bubut - Kejar
Budu - Bodoh
Busung - Tulah/Ketulahan
Buyuk - Tipu

HURUF C
Campin (asal: Champion) - Hebat
Celana/Selana - Seluar
Celana Katak - Seluar Dalam
Celedak - Gedik
Cewek - Awek, Teman wanita
Concang - Berkongsi
Cincai - Tidak teratur/sambil lewa
Cuik - Pinggan Kecil

HURUF D
Diorang/Dorang/Durang - mereka

HURUF E
Ember - Baldi, Pekak
Epol - Epal

HURUF G
Garit - Calar
Gerigau - Tidak tentu arah
Gerobak - Kereta sorong
Gerodak - Pukul beramai-ramai
Getek - Gedik

HURUF H
Hambat - Pukul
Hambur - Berselerak

HURUF I
Indik - Sepak / Terajang
Itu hari, Tu hari - Beberapa hari lepas

HURUF J
Jap - Pukul dengan menumbuk
Jamban (jarang digunakan) - Tandas
Jangkar - Sauh kapal, Lepak
Jelek - Hodoh
Jepit - Kepit, sepit
Jerak - Serik

HURUF K
Kepayas - Buah betik
Karabau, Krebau - Kerbau
Karan - Arus elektrik; mati karan - Terputus bekalan elektrik
Kasi - Beri
Kasi tau - Beritahu
Kenapatan/ketahuan - Diketahui orang
Kemarin - Semalam
Kemarin Dulu - Kelmarin, beberapa hari lepas
Kencang, Panas - Marah
Kerigitan/Gerigitan - Geram
Keroyok - Pukul beramai-ramai
Kolek (asal: Collect) - Kumpul
Kirai - Sejenis rokok daun
Kumatus - Tomato
Kumpau - Riak, Sombong

HURUF L
Lanjik - Gedik
Lilipan - Lipan
Limpang - Baring
Limpas - Lepas (masa), lalu, atau lintas (seberang), tumpang lalu
Lugai-Lugai - Tak tentu arah
Luki, Lokek - Kedekut

HURUF M
Mengkali - Barangkali
Mengancak - "onani"
Miring - Bengkok

HURUF N
Ndak/indak - Tidak
Ngam-Ngam - Cukup, kebetulan

HURUF P
Panci (jarang digunakan) - Periuk
Palui - Tidak pandai
Pancut/Poncit - Pancit
Pilak - Pendatang asing dari Filipina
Ping - Minuman ditambah ais
Piring - Pinggan
Pistak - Seluar Dalam

HURUF R
Rambat - Jala
Rimbat - Rembat/Sepak

HURUF S
Sak, Syak, Siak - Sahaja, Saja
Sandi - Teruk
Santut - Seluar dalam
Sapi - Lembu
Semalam - Malam tadi
Semberana - Diseksa/Cuai
Sia - Saya, Dia (bahasa suluk)
Sigup - Rokok
Sikang (jarang digunakan) - Sudu
Sikul, Iskul - Sekolah
Silaka/Cilaka - Celaka
Siring - Tepi
Siuk - Syok (bahasa percakapan), seronok
Sumandak - Gadis
Sungkai - Berbuka puasa

HURUF T
Tampiling - Tampar
Tapuk - Sembunyi
Tarok - Letak, Simpan
Teda, Ndakda - Tiada
Temahak - Tamak
Tambirang - Temberang
Tambling (asal; tumbling) - bergolek, jatuh
Teriak - Jerit
Tia - Tak, Tidak
Tinguk - Lihat, Tengok
Toples - Bekas Tupperware
Trep - Meninggi diri
Tudai - Kerang

HURUF U
Uina - Digunakan apabila marah pada seseorang
Umban - Buang, Baling, Lempar
Uncit - Paling Akhir

MAKSUD PERKATAAN 'ANU' DI SABAH

Perkataan anu merupakan sebuah perkataan yang sering digunakan oleh warga Sabah dalam setiap komunikasi. Ia merujuk kepada sesuatu benda atau orang yang tidak diketahui namanya. Contoh ayat, "kau kenal ka si anu (si polan) yang semalam datang tu?" dan "kau ada bawa ka anu (barang) yang aku minta semalam tu?".

Bagi mereka yang dari Semenanjung, perkataan ini agak janggal dan seolah-olah ia dianggap sebagai lucah. Ini kerana mereka mendefinasikan atau merujuk anu sebagai kemaluan.

Namun, jika kita merujuk kepada Kamus Pelajar Dewan Bahasa dan Pustaka Edisi Kedua, anu bermaksud orang (benda, dsb) yang tidak diketahui namanya; atau si polan.

Ada juga beberapa orang yang mendefinasikan dan mengkaitkan perkataan anu berasal dari perkataan bahasa Inggeris iaitu 'unknowns'. Ini kerana di dalam istilah Matematik, 'unknowns' akan diterjemahkan kepada anu di dalam Bahasa Melayu yang merujuk kepada sesuatu nilai yang tidak diketahui.

Walaubagaimanapun, kesahihan atau kebenarannya tidak diketahui.

Oleh yang demikian, perkataan anu bukanlah suatu yang asing bagi warga Sabah dan ia bukanlah sesuatu yang lucah bagi mereka. Perkataan ini masih digunakan hampir di seluruh Sabah sehingga hari ini.


MAKSUD PERKATAAN 'PALEK' DI SABAH

Palek, ia adalah perkataan yang hanya akan kerap didengar disebahagian kawasan di Sabah terutamanya di kawasan Pantai Timur Sabah seperti Lahad Datu, Kunak, Tawau dan kawasan-kawasan disekitarnya.

Di Kota Kinabalu pula, perkataan ini jarang digunapakai melainkan oleh orang-orang yang berasal dari kawasan Pantai Timur.

Dari manakah perkataan ini berasal? Bagaimana cara penggunaannya?

Menurut penelitian dan carian oleh kami, perkataan palek ini tidak dapat dikenalpasti asal usulnya dan bagimana ia berkembang luas sehingga digunakan oleh warga Sabah sehingga hari ini secara meluas.

Namun, ada beberapa sumber mengaitkan perkataan tersebut ada kaitan dengan perkataan 'falek' yang berasal dari bahasa suku kaum Bugis. Ini kerana sebutan dan makna disebalik kedua-dua perkataan tersebut lebih kurang sama.

Palek boleh didefinisikan sebagai partikel atau kata tugas yang digunakan untuk menegaskan kata yang mendahuluinya tetapi tidak terikat dengannya. Contoh ayat: Makanlah~. Jangan ~ kau jalan.

Cara penggunaan perkataan ini tidaklah susah. Walaupun begitu, bagi mereka yang tidak faham atau tidak tahu cara menggunakan perkataan ini akan mengalami masalah salah meletakkan perkataan didalam sesuatu ayat. Sebagai contoh "Kau di mana palek?", Palek didalam ayat ini tidak sesuai SEKIRANYA tidak kena pada situasi dan tidak sesuai diletakkan dibelakang ayat kerana seolah perkataan ini terikat kepada kata tugas.

Seperti yang diketahui, perkataan ini tidak terikat kepada mana-mana kata tugas atau kata tegas yang lain kerana sifatnya adalah bebas dan selalunya bersifat pasif. Ia boleh diletak dimana-mana tempat dalam ayat tetapi tidak boleh berada di depan ayat.

Dibawah ini adalah contoh cara menggunakan dan meletakkan perkataan ini dalam sesuatu ayat samada di dalam atau penghujung ayat.

Situasi 1: Ali ingin berjumpa dengan Abu.
Ali: Esok, pukul 3 petang aku mau jumpa kau di taman.
Abu: Pukul 3 petang esok aku tak boleh keluar sebab ada urusan.
Ali : Jadi jam berapa palek boleh jumpa kau?

Situasi 2: Amy bertanya tentang giliran mop lantai dan Siti beritahu giliran siapa seterusnya.
Amy : Esok giliran siapa mop lantai? Semalam aku sudah mop.
Siti : Hari ini giliran aku. Jadi esok giliran si Milalah tu palek.

Oleh yang demikian, memahami maksud perkataan ini tidaklah penting tetapi memahami cara penggunaannya penting agar tidak tersalah meletakkannya di tempat yang betul.

Semoga perkongsian ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua agar kita lebih tahu bagaimana hendak berbicara dengan betul dalam Bahasa Sabah.Sekiranya anda rasa artikel ini bermanfaat, kongsikan artikel ini kepada rakan-rakan anda agar lebih ramai yang tahu menggunakan bahasa Sabah.